Implementasi SDM Pendidikan Masa Depan I
Implementasi Konsep Keputusan Stratejik.
Konsep keputusan stratejik merupakan
derivasi dari konsepsi manajemen stratejik. Dalam bidang ekonomi khususnya di
lingkungan bisnis yang mengembangkan manajemen secara teoritis dan praktis, manajemen
stratejik telah cukup lama dikenal dan dikembangkan. Berbeda dengan di
lingkungan organisasi non profit, khususnya bidang pendidikan, kehadiran
manajemen stratejik pada dasarnya merupakan suatu paradigma baru. Sebagai
paradigma baru, jika diimplementasikan pada lingkungan organisasi pendidikan,
tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan pengambilalihan seluruh kegiatannya
sebagaimana dilaksanakan di lingkungan organisasi profit (bisnis), karena kedua
organisasi tersebut satu dengan yang lain berbeda dalam banyak aspek, terutama
dari segi filsafat yang mendasarinya dan tujuan yang hendak dicapai.
Manajemen strategik adalah
perencanaan berskala besar (disebut Perencanaan Strategik) yang berorientasi
pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut VISI), dan ditetapkan sebagai
keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil),
agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut MISI), dalam
usaha menghasilkan sesuatu (Perencanaan Operasional) yang berkualitas, dengan diarahkan
pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut Tujuan Strategik) dan berbagai
sasaran (Tujuan Operasional) organisasi.” Pengertian yang cukup luas ini
menunjukkan bahwa Manajemen Strategik merupakan suatu sistem yang sebagai satu
kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling
mempengaruhi, dan bergerak secara serentak ke arah yang sama pula. Komponen
pertama adalah Perencanaan Strategik dengan unsur- unsurnya yang terdiri dari
Visi, Misi, Tujuan Strategik organisasi. Sedang komponen kedua adalah
Perencanaan Operasional dengan unsur- unsurnya adalah Sasaran atau Tujuan
Operasional, Pelaksanaan Fungsi- fungsi manajemen berupa fungsi
pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan
situasional, jaringan kerja Internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi
serta umpan balik.
Beberapa karakteristik
dari manajemen stratejik adalah sebagai berikut :
- Manajemen
Strategik diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti
mencakup seluruh komponen di lingkungan sebuah organisasi yang dituangkan
dalam bentuk Rencana Strategik (RENSTRA) yang dijabarkan menjadi
Perencanaan Operasional (RENOP), yang kemudian dijabarkan pula dalam
bentuk Program-program kerja.
- Rencana
Strategik berorientasi pada jangkauan masa depan ( 25 – 30 tahun). Sedang
Rencana Operasionalnya ditetapkan untuk setiap tahun atau setiap lima
tahun.
- VISI,
MISI, pemilihan strategik yang menghasilkan Strategi Utama (Induk) dan
Tujuan Strategik Organisasi untuk jangka panjang, merupakan acuan dalam
merumuskan RENSTRA, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan
Manajemen Puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat di
dalamnya.
- RENSTRA
dijabarkan menjadi RENOP yang antara lain berisi program – program
operasional.
- Penetapan
RENSTRA dan RENOP harus melibatkan Manajemen Puncak (Pimpinan) karena
sifatnya sangat mendasar dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi.
- Pengimplementasian
Strategi dalam program – program untuk mencapai sasarannya masing – masing
dilakukan melalui fungsi – fungsi manajemen yang mencakup
pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar